"Downtown" Tampil di Ajang Cinephone di Barcelona

Film Downtown karya Tasya Arsyta Kahfi tampil di ajang Cinephone - Festival Internacional de Cine con Smartphone di Barcelona, Spanyol. "Melalui surat elektronik yang kami terima, Downtown menjadi bagian dari 240 film yang masuk kategori official selection. Sebelumnya, juri harus menyeleksi lebih dari 2000 judul film," jelas Produser Eksekutif Downtown Terrizqo Arief Sutansyah di Jakarta, Senin (18/09).

Dikatakan Terrizqo, ini kejutan buat pihak M-DOCS. "Bisa lolos seleksi dan bisa disebut official selection saja sudah prestasi dan sudah pasti makin memacu kami untuk terus berkarya," tambahnya.

Film Downtown memperlihatkan sisi lain kehidupan Kota Jakarta. Persisnya terkait keberadaan kaum transgender yang kerap dipanggil waria, wadam, atau bencong di kawasan Taman Lawang, Jakarta Pusat.


Faktanya, transgender di Taman Lawang adalah kaum urban yang mencari nafkah alias transgender palsu! Itulah sisi lain downtown di Metropolitan Jakarta. 

Premis yang diusung film ini adalah “sisi lain transgender di Jakarta”. Ini menjadi menarik karena pertumbuhan jumlah kaum LGBT ini meningkat pesat, bahkan hingga mencapai 1650% dalam rentang delapan tahun. Populasi terakhir menembus angka 7 juta! Ini lebih besar dibandingkan anggota partai gurem! Selain itu, ini merupakan fakta tentang kelompok minoritas.

"Sebelumnya, kami juga berhasil mencatatkan film ini dalam katalog Internet Movie Database (IMDB) milik Amazon, sekaligus mencatatkan nama-nama filmaker yang terlibat dalam katalog itu," jelas Terrizqo.[]


Info lainnya, kunjungi DOKUMENTASI.

1 komentar: